Ahad, 31 Mei 2009

Istilah-Istilah Antivirus

Di antara Anda mungkin pernah suatu ketika membaca artikel atau membaca file Help antivirus dan istilah-istilah yang aneh. Mungkin itu salah satu pertanyaan sekaligus ungkapan kekesalan anda saat menemukan suatu istilah yang tidak anda ketahui ertinya. Kini mencuba membantu anda agar bisa sedikit gaul dengan istilah-istilah dalam dunia virus/antivirus berikut:

BACKGROUND SCANNING

Merupakan teknik detect virus secara automatik dengan membaca file saat file tersebut selesai dibuat, akan dibuka, ditutup, atau dieksekusi. Teknik ini dikerjakan oleh antivirus yang sifatnya resident (menetap) di memori. Antivirus tersebut bekerja di belakang "layar" sehingga user tidak mengetahui bila sedang terjadi aktifitas scanning.

BEHAVIOR BLOCKING

Adalah kumpulan prosedur yang disusun untuk detect perintah–perintah komputer yang rawan ditunggangi virus, dan mencegah dilaksanakannya perintah tersebut. Ada kalanya dilanjutkan dengan memberi tahu user mengenai hal ini. Perintah yang umumnya diblok (diproteksi) adalah perintah formatting, menulisi master boot record/boot record, dan penulisan langsung ke sector disk. Perintah-perintah tersebut rawan ditunggangi oleh virus dan dapat berakibat fatal bila tidak digunakan proteksi.

BOOT RECORD

Setiap disk mempunyai boot record, baik itu disk yang digunakan untuk booting atau tidak. Setiap kali Anda memulai atau me-reset komputer dengan disk berada di dalam drive A: misalnya, DOS akan membaca boot record disket tersebut terlebih dahulu. Jika virus boot telah menginfeksi floppy disk, maka komputer pertama kali akan membaca kod virus (kerana virus boot menempatkan kodnya di boot sector) dan kemudian membaca sektor lain yang virus perintahkan untuk dibaca, yaitu sektor yang menyimpan boot record sesungguhnya yang telah dipindahkan virus.

BOOT SECTOR

Merupakan sektor pertama dari suatu drive. Pada floppy disk, boot sector terletak pada sisi 0 (bagian atas), silinder 0 (bagian luar), sektor 1 (sektor pertama). Pada harddisk, terletak pada sektor pertama dari sebuah drive, contoh C: atau D:. Sektor ini mengandung boot record yang terbentuk saat anda melakukan format harddisk, baik dengan perintah /s atau tidak. Sektor ini juga dapat terbentuk dengan perintah SYS. Pendek kata, setiap drive yang telah diformat mengandung sebuah boot sector.

BOOT SECTOR INFECTOR

Setiap drive, baik floppy drive ataupun disk drive mengandung sebuah boot sector, meskipun disk tersebut tidak digunakan untuk booting. Boot sector ini mengandung informasi yang berkaitan dengan format disk, data yang disimpan di sana, dan juga program kecil yang bernama boot program yang di-load bersamaan dengan sistem DOS. Boot program akan menampilkan tulisan yang sudah Anda kenal, yaitu "Non–system Disk or Disk Error" bila file-file sistem DOS tidak ditemukan. Pesan tersebut dapat juga tampil bila program terinfeksi dengan virus. Anda dapat terserang virus boot sector bila meninggalkan disket terinfeksi pada drive dan melakukan booting komputer. Saat program pada boot sector dibaca dan tereksekusi, virus akan berpindah
ke memori dan menginfeksi hard drive.

BOOT VIRUS

Adalah virus yang kodnya dipanggil semasa komputer booting, sewaktu master boot sector dan boot sector dibaca dan tereksekusi. Virus demikian menempatkan permulaan kodnya di boot sector floppy, dan juga boot sector atau master boot sector harddisk. Kebanyakan virus menginfeksi dengan memindahkan kodasli master boot sector atau boot sector ke lokasi yang lain, seperti ke ruang kosong dan kemudian menempatkan kodnya sendiri pada tempat master boot sector atau boot sector itu. Virus boot terkadang juga menginfeksi file-file, dan dikenal juga dengan nama virus multipartite. Semua virus boot menginfeksi boot sector floppy disk. Sebahagian di antaranya seperti virus Form juga menginfeksi boot sector harddisk. Ada juga virus boot yang menginfeksi master boot sector harddisk.

ENCRYPTED VIRUS

Virus jenis ini tergolong cukup canggih. Virus yang kodnya diawali dengan deskripsi algoritma, dan berlanjut dengan kod atau terenkripsi yang terdapat di virus. Bila beberapa file yang identik terinfeksi dengan virus dari jenis yang sama, maka setiap file yang terinfeksi tersebut akan terlihat sedikit berbeza padahal terinfeksi virus yang sama. Untuk itu diperlukan scanning virus yang handal yang mampu memecah deskripsi algoritmanya. Virus semacam ini dikenal juga dengan polimorfis.

FILE VIRUS

Cara kerja virus jenis ini adalah dengan menempelkan dirinya pada file-file seperti .COM dan .EXE, meskipun pada beberapa ia dapat menginfeksi file-file dengan ekstensi .SYS, .DRV, .BIN, .OVL, dan lain-lain. Seringkali virus ini bersifat residen, yang masuk ke memori pada saat pertama kali penggandaan diri dan mengambil kontrol komputer. Virus yang demikian umumnya menginfeksi program-program lain saat Anda menjalankannya. Tetapi banyak virus-virus nonresiden yang hanya menginfeksi satu atau lebih file ketika file yang terinfeksi dijalankan.

IN THE WILD VIRUS

Merupakan satu istilah untuk menamakan "seekor" virus yang telah ditemukan di beberapa komputer di luar laboratorium. Adalah virus yang berada di laboratorium yang memang diteliti oleh para peneliti. Pada umumnya virus-virus yang diketemukan digolongkan ke dalam "in the wild virus". Baca istilah tentang zoo virus.

MACRO VIRUS

Merupakan suatu virus yang mengandung seperti instruksi dalam Word Basic atau bahasa macro lainnya, dan bersifat menetap di dokumen. kerana file dokumen/data merupakan file yang paling secara meluas digunakan baik dalam pertukaran dengan disket ataupun melalui Internet. Tampaknya virus-virus yang berasaskan dokumen ini akan mendominasi masa depan.

MASTER BOOT RECORD

Dengan Master Boot Recordlah dimulainya proses booting. Ia membaca tabel partisi, menentukan partisi mana yang akan di-boot (normalnya adalah C: ), dan kemudian mentransfer kontrol ke program yang disimpan pada bagian pertama sektor partisi, yaitu boot sector. Master Boot Record sering juga disebut dengan MBR untuk singkatnya, dan terkadang dikenal juga dengan "master boot sector" atau "tabel partisi". Kesemuanya setali tiga uang. Master Boot Record (MBR) tercipta saat Anda menggunakan perintah FDISK atau FDISK /MBR.

MASTER BOOT SECTOR VIRUS

"Seekor" virus yang menginfeksi master boot sector (contohnya adalah virus NYB yang sudah cukup popular), menyebar dengan memanfaatkan boot sector disket floppy. Jika Anda melakukan booting dengan disket yang telah terinfeksi, maka virus NYB akan berpindah ke memori dan kemudian menuliskan dirinya pada master boot sector pada harddisk. Proses infeksi ini akan terjadi meskipun Anda menggunakan disket booting ataupun tidak. Sekali harddisk terinfeksi, virus NYB akan me-load dirinya ke memori setiap kali sistem di-boot. Virus akan tetap tinggal di memori menanti adanya disket-disket lain yang dapat dijadikan korban selanjutnya dengan menunggangi perintah akses ke floppy drive, kemudian menginfeksi boot record-nya. Begitu seterusnya sampai virus menyebar luas.


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 comments: on "Istilah-Istilah Antivirus"

Catat Ulasan